Archive | Surat

Komunitas Pasir

Posted on 30 April 2007 by goblog'er

p1110523.jpg

KOMUNITAS PASIR

disini kami Berkumpul…

Saat pertama kali sampai di Ruwais dan melihat-lihat kota kecil  ini saya kemudian berpikir keras. Ya! saya harus berbuat sesuatu di sini. Semua berangkat dari cita dan cinta bahwa episode saat ini memang mesti saya lewati di salah satu negeri teluk ini. Continue Reading

Comments (0)

TV BANTEN & MY DREAM

Posted on 27 April 2007 by goblog'er

jk1.jpg

TV BANTEN & MY DREAM

likeblueocean; Lawangbagja

Jauh hari sebelum Banten TV mengudara saya sudah percaya bahwa satu hari Banten pasti punya TV lokal. Entah kenapa itu menjadi semacam triger bahwa saya harus bisa mengejar teknologi audio visual di sela keterbatasan waktu dan tempat. Continue Reading

Comments (0)

Komputer ngambek

Posted on 19 April 2007 by goblog'er

Terakhir saya pake komputer saat benerin blog ini. Udah banyak yang mau ditulis tiba2 bliz!…everything dissapear.  I really feel standing on the desert  at summer time on 12.00 pm!

Alhamdulillah, now back to normal again..

Mas Gong, sorry neh..baru kelar lagi notebooknya.

owgh!

likeblueocean

Comments (0)

SEBULAN MENJADI KELUARGA IMIGRAN

Posted on 01 March 2007 by goblog'er

sachio di komplek adnoc Ruwais, new housing

SEBULAN MENJADI KELUARGA IMIGRAN

Lawangbagja; Likeblueocean

Bulan seperti potongan semangka. Menggantung di atas kota kecil yang terendam dalam butiran pasir yang berubah seperti koloid. Cahayanya redup seperti lampu badai. Warna cahayanya agak kemerahan. Mungkin badai pasir yang menjadikan cahaya bulan terserap dalam setiap butir pasir yang menggantung di langit kota Ruwais. Angin begitu kencang bertiup. Dari balkon kulihat udara semakin pekat oleh Bulir-bulir pasir. Sambil menggendong si kecil yang demam aku kembali memeriksa barangkali ada jendela yang kurang rapat. Debu pasir biasanya mudah menyelusup ke sela-sela.

Continue Reading

Comments (0)

Surat Jawaban

Posted on 21 December 2006 by goblog'er

Saya pernah merasakan aroma flat sesaat.

Anak-anak tangga yang menghantarkan kita kepda pintu-pintu yang sepi.

Ketika kita ketuk, ternyata ada kehidupan di sana. Saya paling senang
berlari-lari di anak tangga. Continue Reading

Comments (0)

RUWAIS, PERPUSTAKAAN & TV INDONESIA

Posted on 12 December 2006 by goblog'er

RUWAIS, PERPUSTAKAAN & TV INDONESIA

Lawang Bagja; likeblueocean

lelaki yang menapakan jejak kakinya di gurun pasir

Ruwais adalah kota kecil mandiri yang asri. Jaraknya 250 km dari Abu Dhabi. Cukup ditempuh dengan 2 sampai 2,5 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. kota kecil ini didirikan di atas gurun namun subhanallah, jika anda mengunjungi kota ini akan takjub. Mulai dari gerbang depan dan sekeliling komplek yang di pagar dan jaga ketat ini pohon-pohon hijau tumbuh subur diatas tanah gurun ini. Sesaat ketika saya sendiri pertama berkunjung juga takjub. dengan iklim 6 bulan musim panas dan 6 bulan musim dingin bergantian bunga-bunga begitu indah dipandang. Pernah saya berdiri disebuah ketinggian dengan tanki besar suplai air. melihat hamparan Ruwais city. hmm…memang indah! Continue Reading

Comments (0)

Zone 13 dan Mall

Posted on 15 November 2006 by goblog'er

Zone 13 dan Mall

oleh lawang Bagja;
Melintasi kawasan 13 th street memang di waktu senja memang indah. Gedung-gedung tinggi menjulang terlihat rapih dan tertata. Sebagian adalah hotel dengan fasilitas kolam renang dan dan area hiburan dilantai paling atas sebagian lagi apartemen dengan toko atau supermarket di lantai satu dan duanya. Zone 13 ini memang terletak di Zayed street. Mungkin Gatot Subroto kalau di Jakarta. sedangkan Zayed sendiri diambil dari nama pemimpin negara bagian Abu Dhabi. Konon, beliau orang yang dicintai rakyat dan disegani pemimpin di kawasan arab. semua karena keberhasilannya menjadikan negara UAE sebagai negara baru dengan tingkat kesejahteraan yang cukup merata. Continue Reading

Comments (0)

MENCARI INDONESIA DI RUWAIS

Posted on 15 November 2006 by goblog'er

MENCARI INDONESIA DI RUWAIS
Lawang Bagja;likeblueocean

Sebelum berangkat ke Ruwais saya banyak berdiskusi dengan Gola Gong.
Apakah kesempatan ini mesti saya ambil atau saya tetap statue on di
rumah Dunia. Pilihan yang sebenarnya untuk saya cukup sulit. Saya
menemukan Rumah Dunia sebagai tempat rehat yang mengisi ceruk batin
saya. Namun Gola Gong sang Traveller tetap memberikan semangat. Continue Reading

Comments (0)

Advertise Here
Advertise Here