Kita memilih diam saat angkara melenggang di atas purnama
Kita kembali terdiam saat ia kemudian menari di halaman mata
Diam..! jangan ada yang bersuara..
Ini Tanah Air Kita!
O..Sang Pemilik Kehidupan
Jika TANAH sudah bergolak maka AIR yang kemudian menenggelamkan.
O…Tanah Airku..
Dalam gelap, aku hanya melihat bahtera..
Tanahku..
Airku…
darimu aku tercipta
O..Sang Pemilik Cincin Api..
Jika TANAH dan AIR menyatu,
Maka ‘bahagiakan’ kami bersama-Mu…
Tanahku tempat aku menanam, dan Airku yang mengairinya.
Tanah yang diam
Air yang serakah
Mereka yang ikut menyatu
Antara pertemuan besar tanah dan air..
Engkau bahagia..
O..Tanahku, Airku.
O..di ujung pulau aku berdiri, menyaksikan bumi menjadi air
Semua fana karena keserakahan yang memulainya
O..aku betul merana
Terpuruk dalam guyuran hujan yang tumpah
dan ..
Melebat!



