Categorized | Goresan

Cinta Bagai Anggur

Posted on 17 November 2009 by goblog'er

erpisahan begitu menyakitkan!
Ia seperti penyakit sawan yang menimpa ayam saat tengah hari bolong
Si ayam diam, dengan mata yang tak pernah berkedip. Tak ada yang dipikirkan, tak mau beranjak, dan tak bisa tak..! semuanya yang terjadi begitu membekas dan sulit dilupakan.

Kebersamaan yang terlewati seolah menjauh dan tak kan pernah bisa diraih kembali. Itulah sebabnya Audy begitu menyayat-nyayat saat mengekspresikan lagu “Satu Jam Saja!” tentang makna kebersamaan dari ’sesuatu’ yang dicintai kemudian terenggut atau berpisah begitu saja.

Berpisah..
Bertemu..
mengapa ada perpisahan setelah ada pertemuan?

Anang dan KD pun ikut nelangsa karena sebuah perpisahan. (Anang menangis, KD?)
Laila memilih kematian setelah Majnun pergi ke haribaan.
Zulaikha meminta sekarat di depan nisan Yusuf dan kemudian harapannya dipertemukan oleh Tuhan dengan terkulai menjemput ajal di depan nisan terkasih.
Bagi para pecinta sejati, perpisahan dengan sang kekasih ibarat berada di lembar terakhir. Tak ada hasrat menuliskan episode kehidupan selanjutnya. Ia bertemu dan enggan berpisah. Seperti sebuah molekul yang jika tercerai maka tidak ada bentuk senyawa tersebut.

Cinta memang menyatukan dan mengikat.
“Cinta bagai anggur”, Muzaffer Ozaq pernah berkata. Dalam maqam tertinggi cinta adalah fana. karena yang kekal adalah Sang Pemilik Hakikat.
amboiyy..gila cinta Majnun membungkam singa yang kelaparan. Tak ada hasrat bagi singa karena baginya Majnun telah fana.

Ah..cinta bagai anggur..kapan aku bisa mabuk sempoyongan?
Terkulai lemas, saat terjaga diri sudah diselimuti cahaya.
“Berikan aku satu tetes saja!”, suaraku tercekat dikerongkongan.

Satu malam, seorang tua membawakan secawan anggur padaku.
“minumlah saat hendak melangkah menuju rumah Tuhan!”
Aku memandang dengan nanar.
Kutenggak hingga membasahi dadaku. Tak ada reaksi..katanya anggur ini anggur pecinta.
Kepalaku berat, dada terasa sesak, benarkah aku mabuk cinta?
Kulihat kembali anggur dalam cawan yang diberikan
ungu atau hitam warnanya
“keparat! ini anggur cap kakak tua..!”

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here