Gola Gong, lelaki yang dianggap tak sempurna oleh orang kebnyakan pun membuktikan hal serupa. Kekerasan hati dan ketajaman fikirannya membuat warna baru kancah penulisan dan dunia literasi di Indonesia. Tidak kurang 70 judul sudah lahir hanya dengan 5 jari!. Tidk berhenti disitu saja, lewat Rumah Dunia beliau menularkan semangat untuk melahirkan generasi baru rakyat Banten dengan menulis dan membaca. Banten umumnya dikenal lewat idiom Golok dan Magic dan Rumh Dunia merubahnya lewat “Asah Penamu, Simpan Golokmu”. Dan semua terbukti bahwa kesuksesan adalah buah dari kekerasan hati dan ketajaman fikiran.
BCB: Mengulas Latar Belakang Lahirnya Laskar Pelangi dan Dialog (Jarak Jauh) dengan Gola Gong
Bulan Cinta Buku memang masih asing bagi kita. Bukan bagi warga Indonesia di Ruwais, tetapi bagi warga dunia lainnya di Ruwais, UAE. Maklum saja, mungkin inilah kegiatan pertama dan baru pertamakali diadakan di pesisir Teluk Persia. Kegiatan yang mengajak dan merefresh kembali para orang tua, remaja, dan anak-anak untuk mencintai ilmu. Mencintai ilmu berarti mencintai cahaya karena ilmu adalah cahaya Ilahiah yang menerangi kehidupan insan. Ilmu diteruskan dan diabadikan lewat buku. Jadilah buku jendela kehidupan kita. Bulan Cinta Buku menawarkan beragam kegiatan seperti mengunjungi perpustakaan, membangun Indonesia Corner yang di dalamnya berisi buku-buku yang berbahasa Indonesia dan yang bercerita tentang Indonesia, Kemudian berdikusi tentang dunia buku-pengarang dan perpustakaan dengan berdialog langsung dengan narasumber tokoh Perbukuan Nasional, Gola Gong (Balada Si Roy, Pada-Mu Aku Bersimpuh).
Jika minggu kemarin kami berbahagia menyusuri rak-rak buku, membuka lembar demi lembar, “membuat kegaduhan” di perpustakaan Ruwais maka minggu ini Kami belajar berdiskusi, berdialog antar generasi. Anak, remaja dan para orang tua ikut hadir. Selepas menikmati bersama testimoni Andrea Hirata seputar cerita dibalik lahirnya karya buku Laskar Pelangi, acara dilanjutkan dengan berdialog dengan Gola Gong secara langsung lewat Tele wicara. Jarak 5500 km yang membentang menjadi begitu dekat. Kami seperti hadir dan duduk di depan panggung Rumah Dunia, menikmati semilir angin pohon rindang yang berdiri kokoh di halaman utama, mendengarkan Gola Gong bercerita tentang Rumah Dunia. Sebuah komunitas literasi di bumi Banten yang masih terus berjuang menyebarkan virus menulis dan membaca (mengubah persepsi dunia tentang Banten).
Awalnya memang kegiatan ini menggunakan theathre hall di Recreation Centre. Seperti rencana semula kami juga sudah menghubungi rekan-rekan di kamp Gayathi lewat Yoyo Wardaya yang sedianya ingin meramaikan acara dengan pembacaan puisi. Malang tak dapat ditolak, semua gedung sudah full booked. Jadilah kegiatan ini diselenggarakan di rumah Pak Ali Akbar dengan persiapan yang serba mendadak. Kekerasan hati sekali lagi diuji. Jika semua berhenti karena kendala maka sejarah tak pernah terukir. Begitulah suasana kemudian menjadi ramai dan meriah. Kami berbahagia terlebih yang mendapatkan doorprize berupa buku dan DVD Laskar Pelangi. Sayang sekali persiapan panitia terbatas. Tidak sempat membeli buku-buku karya Gola Gong yang sudah berjumlah 70 buku!. Secara kebetulan lewat Pak Ade Tono/ Ibu Ade Tono mantan Presiden Indo-Emirat menitipkan buku/DVD ini untuk dibawa dari Indonesia (Thanks ya Pak/Bu Ade!) sebagai doorprize.
Agenda Berikutnya
Rangkaian kegiatan masih belum selesai. Kami tak kan pernah lelah mengajak partisipasi semua warga Indonesia di Ruwais untuk terlibat dalam acara ini. Yang lebih penting dari ini semua Kami mengajak agar kita semua mau membuka cakrawala dan keluasan berfikir. Menularkan semangat menulis dan membaca kepada anggota keluarga kita dimana saja berada. Minggu depan, Kami berencana membuat kegiatan secara serempak di beberapa tempat untuk menonton film Laskar Pelangi. Bagi yang belum menonton ini adalah kesempatan besar. Jangan dilewatkan!
Untuk mengatasi hambatan teknis berupa tempat, fasilitas, dll, Kami mempunyai beberapa DVD asli film Laskar Pelangi (anti piracy hak cipta). Kami menawarkan kepada warga yang tinggal di blok B,dan C new Housing juga di Villa, Bachelor Building dan tak ketinggalan Kamp Gayathi Royal untuk menghubungi panitia jika ingin membuat acara nonton bareng Laskar Pelangi. Konsumsi bisa diatur masing-masing. Musim panas di Gulf memang seperti membuat kota Ruwais tak berpenghuni, sembunyi di dalam flat/gedung. Jadi menonton bareng Laskar Pelangi sangat tepat. Kenapa mesti bareng-bareng? karena…Gak Ada Loe, Gak Rame Coy..! saik jae..(tak ada dikau, tak rame pula kawan)
Howgh!,
dari Tepian Teluk Persia, dari Batas Rub al Khali
sepoi-sepoi musim panas




May 2nd, 2009 at 12:04 pm
Oh…good news!I like this…
May 2nd, 2009 at 12:22 pm
thx Bro..
Nice to meet u also..
Howgh!
May 6th, 2009 at 9:30 am
Sakali-kalimah pangmencetkeun ad kuring, meh tereh beunghar, pencet tungguan samenit terus pencet sakali deui, tong mindeng teuing bisi kuring di pecat ku gugel okay bro ?
May 16th, 2009 at 5:29 am
http://www.satupesan.com
situs kumpulan foto2 dan vidio-vidio
saya dukung para bloger mania terus berkreasi