Categorized | Goresan

Wajah

Posted on 27 April 2009 by goblog'er

Wajahnya sepert cermin yang bersih. Memandangnya seperti membuat teduh batin. JIka boleh, aku ingin memeluknya erat dan tidak kulepaskan.

Wajah inilah aku doakan siang dan malam. Wajah yang akan bercahaya nanti di padang mahsyar. Rabbi.., kupinta untuk selamatkan wajahnya dari api jahannam.

Saat lelah, raut wajah inilah yang membangunkan semangat. Saat sedih, wajahnya obat pelipur lara. Pun ketika gundah gulana. Ia seperti mantra ajaib yang membisukan kekacauan.

Wajah kedua anakku yang melekat dibilik  jiwa yahandanya yang lusuh seperti kilauan mutiara dalam onggokan sesuatu yang usang.

1 Comments For This Post

  1. Wayan Bali Says:

    Aku dulu menulis puisi dengan judul wajah. Tapi wajahnya wajah tak dikenal

    Hanya saja puisiku kubuat buat wajah yang ganteng haha

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here