Categorized | Kontributor

MENGAIS NAFAS

Posted on 16 January 2009 by goblog'er

Sumber: Editorial Majalah Tarbawi
 
Di atas puing-puing peradaban yang runtuh, kita mengais sisa-sisa nafas. Untuk ratusan kematian di Gaza kita harus mengutuk. Kebencian adalah sisi lain dari keimanan, yang harus terus dinyalakan untuk mereka yang membunuh, merampas, menghancurkan, merontokkan sendi-sendi hidup, menghilangkan nyawa dan merampas hak.
 
Terserah orang mencari tafsir apa, atas serangan bom dan roket yang dilakukan Israel di Gaza. Faktanya bahwa penjajah itu telah membunuh ribuan orang. Mayat-mayat bergelimpangan di jalanan. Faktanya penjajah itu telah melukai ribuan lainnya yang mengantri sekarat, disebabkan ambulan macet kehabisan bahan bakar. Lantaran obat-obatan tak lagi tersedia dan perbatasan Gaza dan Mesir masih gelap dari lalulintas.
 
Terserah orang mencari tafsir apa, atas serangan bom Israel di Gaza. Faktanya tentara-tentara zionis itu terus menghancurkan puluhan bangunan, kampus, kantor, rumah, kendaraan, bahkan rumah sakit dan masjid. Memupus harapan dan mimpi anak-anak kecil yang sedang mengakrabi zona kehidupan mereka yang keras. Listrik mati dan malam begitu gelap. Air tak lagi mengalir.
 
Terserah orang mencari tafsir apa, atas sikap Amerika yang selalu membenarkan segala tindakan Israel. Faktanya memang Amerika selalu berdiri di garis depan dalam membela Israel. Apapun yang dilakukan Israel adalah benar di mata Amerika. Bisa jadi serangan Israel atas Gaza, hanyalah cara anak asuh Amerika itu menunjukkan ulahnya kepada bapak angkatnya. Mungkin Israel ingin menyampaikan pesan kepada Amerika, bahwa gempita positif dan optimisme dunia atas terpilihnya Obama, tidak akan bisa mempengaruhi sikap kepala batunya. Ini juga isyarat bahwa mengharapkan jargon perubahan versi Obama akan mengubah juga sikapnya kepada Israel, mungkin ibarat menggantang asap.
 
Terserah orang mencari tafsir apa, atas sikap ummat Islam yang marah. Di berbagai penjuru dunia demo di gelar. Solidaritas bergelora di tengah gelombang kegetiran, menghasilkan dolar demi dolar yang dengan tulus dikumpulkan. Dengan harapan bisa membantu tragedi Gaza. Mungkin tidak sampai menyelesaikan, tapi setidaknya menyemangati. Selanjutnya itu adalah pembuktian bahwa mereka tidak ingin di cap sebagai bukan ummat Muhammad, lantaran tak peduli dengan nestapa yang tengah di derita ummat Islam yang lain.
 
Di atas puing-puing peradaban yang runtuh, kita mengais sisa-sisa nafas. Untuk ribuan kematian di Gaza kita harus mengutuk. Kebencian adalah sisi lain dari keimanan, yang harus terus dinyalakan untuk mereka yang membunuh, merampas, menghancurkan, merontokkan sendi-sendi hidup, menghilangkan nyawa dan merampas hak.

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here