Categorized | Renungan

Pada Seorang Lelaki

Posted on 18 May 2007 by goblog'er

Sepasang kaki

Pada Seorang Lelaki

Lawangbagja

Aku bukan seorang gay yang punya kebiasaan suka sesama jenis. Aku lelaki normal semenjak kecil. Hasrat dan nafsu birahiku hanya untuk kaum hawa. Yang memang menyediakan tempat berisi kehangatan dan kasih sayang.  Bukti bahwa aku lelaki normal dan mungkin kelewat normal bisa dilihat dari kegemaranku berpacaran bahkan sudah dimulai dari sejak SD. Masih ingat nama-nama yang pernah mengisi jarum jam hari-hariku. Ada Lis, Yayank, Neng, Icha, Ratih, Dian, Rita, dan masih banyak lagi. Sebagian aku sudah lupa.  Kisah yang terjadi bersama mereka tentu macam-macam. Ada yang pacaran sambil ngukur jalan, ada yang hobinya nonton di 21, ada yang suka ngajak ke rumah sakit, ada yang maunya maen ke mall, sampai ada yang hobi maen ke gunung. Kadang kalau dipikir, orangtuanya ngidam apa yah sampai pengen maennya ke gunung segala. Meskipun banyak pacar wanita toh pacaranku sehat. No esek-esek apalgi cipika-cipiki kayak Tukul. Biasa saja. Yang ada hanya getaran sesaat ketika tanpa sengaja pacarku minta di pegang tangannya. Itupun dalam kondisi tertentu misalnya mau loncat atau nyebrang kali. Pokoknya aku lelaki normal! tak ada yang perlu dikhawatirkan dari jiwaku.

Perjumpaan kami dalam dunia maya secara tak sengaja ketika aku sedang menjelajah koleksi video di youtube.  Trend blogger bagi para penggemar audiovisual. Jika ada yang tak punya koleksi video lagu Dian Pisesha era 80 an bisa cari di portal ini. Atau yang gak sempet nonton edisi empat mata nya tukul di Trans 7 bisa juga didapatkan siaran ulangnya. Biasanya yang rajin download itu mas Barrock. Yang blog auvinya lumayan cukup ngepop. Menjelajah di youtube memang menjadi kenikmatan tersendiri. Anak-anak pun suka nge yutub. Mereka cari koleksi videonya ranger, mulai dari edisi ninja ranger sampai ke SPD.  Ada juga yang ngeyutub untuk lihat koleksi ‘hot’ gratisan. Pokoknya semua bisa didapatkan di yutub selama tentu ada orang yang mengunggahnya. Semula aku sendiri hanya iseng-iseng sampai pada akhirnya aku menemukan seseorang lelaki. Yang menurutku sangat luar biasa!.

Jarang sekali hatiku tersentuh atau merasa ’hangat’. Aku bahkan termasuk orang yang ekstrovert dan tidakmudah merasa tersentuh. Semua hal yang ada di depanku  bisa menjadi bahan joke. Ringan saja semuanya tanpa ada sesuatu yang spesial dan serius. Pernah aku merasa tersentuh saat orang tuaku mau pergi haji, Itu saja! itu pun mungkin karena terbawa suasana. karena semua sekelilingku menangis. Namun saat aku menemukan lelaki itu di yutub entah kenapa hatiku merasa bergetar.

Wajah lelaki ini tidak begitu sulit digambarkan. Dalam kamus pergaulan ia bisa digambarkan sebagai lelaki tampan penuh pesona. Tentunya dengan aturan standar yang sudah disepakati. Bisa mulai dari bentuk hidung, pipi, alis, rambut, dan tinggi badan, sampai ke cara berjalan dan bagaimana ia menatap. Ternyata bukan hanya aku saja yang ‘menggemari’ lelaki ini. Beberapa anak Adam diam-diam maupun secara terang-terangan mendeklarasikan menjadi penggilanya. Ada yang sampai berdarah-darah sebagai lelaki yang paling setia pada lelaki. Ada yang sebatas bersenandung kidung cinta. Sedangkan aku? aku tidak tahu ada di jenis atau kelas apa. Masih sebatas mencari cara untuk menarik perhatiannya. Entahlah…aku pun belum begitu mengenalnya!

1 Comments For This Post

  1. Sumpena Says:

    Lho Kang…kok Eplok kagak disebutin ?

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here