DUNIA YANG BERKASTA
Lawang Bagja;
Kita adalah berkasta teman. Setidaknya itu yang saya percayai saat ini. Jika di India terbagi 3 sampai 4 kasta, di tempat lain mungkin 5 atau bahkan 7 kasta. Kasta sebagai pembeda status sosial, perlakukan yang diterima, keadilan, skala prioritas bahkan sampai ke urusan cinta. Jika suka nonton film India pasti tema-tema cinta yang dibelenggu oleh kasta mencuat. Si pembuat film sepertinya ingin menyampaikan protes bahwa kita adalah sama. namun apa lacur, dunia memang berkasta dan itu tidak hanya di India!.
HARTA, TAHTA, & KASTA
Ada 2 sebab paling tidak yang menjadikan manusia berhak berbeda dalam status. Pertama harta atau duit atau segala kepemilikan materi baik sifatnya kolektif atau personal. Yang kedua Tahta atau kekuasaan bisa juga kekuatan fisik, senjata, sifatnya bisa kolektif seperti negara atau individu baik dalam lingkup kecil atau besar. Saya memang tidak memasukan ilmu sebagai alasan untuk berbeda karena ciri berilmu adalah rendah hati, egaliter serta memandang semua adalah sama.
Kita memang senang berkasta. Keinginan untuk dibedakan baik dari perlakuan maupun pelayanan dalam lingkup pergaulan sosial. Bukan hanya sebatas lingkup individu saja tetapi dalam hubungan antar negara sekalipun. Jangan berharap banyak negara Indonesia yang rakyat miskinnya hampir setengah populasi warga negara bisa mendapatkan hak veto di PBB. Itu skala di dunia! Untuk skala Asia terutama di kawasan mid east, Indonesia adalah negeri babu atau pembantu. Yang dalam struktur sosial mereka sendiri sudah dipandang rendah dan ‘berhak’ mendapat perlakuan seenaknya. Mulai dari ditampar, dimaki, sampai dipergauli. Jika ada tim independent yang mencari fakta bekas kuburan pembataian manusia di Bosnia mungkin perlu juga PBB menurunkan tim untuk mencari bekas kuburan bayi-bayi suci hasil perbuatan haram jadah para majikan di middle east.
Dunia memang berkasta! Jika Amerika kuat dengan teknologi senjata dan berhak memiliki menduduki negara lain tanpa dianggap melanggar hukum itu sah-sah saja. Jika ada yang tidak suka maka mari berhadapan seperti jago tembak Billy the Kids dari texas. Amerika tahu dengan tahta atau power maka ia bisa berbeda!. Tidak aneh anggaran militernya mungkin beberapa kali anggaran belanja negara kita. Langkah itu diikuti Singapura. Negara kecil yang kalau dikencingin rame-rame sama 220 juta penduduk Indonesia bakal banjir itu (sebagai anekdot karena kecilnya). Tapi jangan coba-coba untuk urusan militer. Konon, kalau Singapur perang sama Indonesia mereka bisa menduduki Jakarta dalam hitungan jam! pesawat tempurnya puluhan kali lebih banyak dibanding Indonesia.
Keadilan memang berkasta!. Setidaknya hati nurani kita akan berkata. Jika 300 ribu manusia habis mati dibantai oleh Serbia di Bosnia dan tidak ada satupun pemimpin Serbia yang mati digantung. Jika ratusan ribu rakyat Afghanistan mati oleh agresor Rusia dan diteruskan oleh ribuan lagi yang mati oleh Amrik and the gangnya maka kepada siapa kita meminta keadilan?. Daftar selanjutnya adalah Irak yang masih terus berdarh-darah. Kemudian Palestina, lebih dari ratusan ribu dimulai dari saat pendudukan 1948 dan pembataian demi pembataian dari shabra, Shatila, Jenin, dsb. Pattaya, Kashmir, Chechnya, dan di semua pelosok negeri. Pun tidak ada yang perlu disesalkan saat Saddam Husein sendiri mati digantung. Karena Saddam memang bukan siapa-siapa dan ia telah menerima sebuah keadilan, begitu kira-kira kata george bush.
KASTA YANG SEBENARNYA
Tidak ada individu yang senang untuk diperlakukan berbeda namun mungkin seperti inilah dunia kita. Jika Allah menghapuskan nilai-nilai kebendaan dan mengganti dengan nilai-nilai ketaqwaan yang bersifat abstrak sebagai ukuran objektif dari nilai seorang hamba maka itu adalah jawaban hakiki.
Pada ahirnya dunia memang bukan tempat tinggal sebenarnya. Bukanlah kasta atau kedudukan yang tinggi yang hendak dicapai oleh kita sebagai manusia, tapi nilai dari misi yang kita bawa sebagai pelaku utama di dunia. Misi yang digambarkan sebagai perjalanan hidup dari titik nol sampai ke titik akhir.
Sebanyak apa kebaikan yang bisa kita taburkan? maka itulah kasta yang sebenarnya…


