Categorized | Renungan

DAN SEMESTA PUN BERTASBIH

Posted on 26 December 2006 by goblog'er

kabah.jpg

DAN SEMESTA PUN BERTASBIH

Labbaik  ya Allah…!

lawangbagja; like Blue Ocean;

Semesta bertasbih pada-Mu

sucikan diri-Mu

lafadzkan Asma-Mu

dst,…

Lagu opick menjelang shubuh mengalun perlahan. Menemani sahur puasa ‘arofah.  Bait lagu opick seperti memaksaku untuk menulis. Saat berjuta manusia berjejal di padang ‘Arofah. Ya Rabb, kapan aku bisa mendapat undangan-Mu ke bait Al-Haram…

                       

Bahwa setiap benda yang bergerak ada energi dan setiap energi memiliki ruh. Sedangkan Ruh seperti selembar kain putih bersih tak bernoda yang ditiupkan ke setiap jiwa. Syaithan hanya mampu menembus jiwa manusia ketika berada di alam rendah (tubuhnya).  Ketika ruhani yang bening tidak mampu melihat karena berada tenggelam dalam lumpur tanah, maka yang menggantikan penguasa tubuh adalah syaithan.  Tinggallah ruhani menangis sedih, tak mampu berbuat apa-apa. Seringkali ketika berbuat dosa, ada bisikan halus yang menyatakan ketidaksetujuannya terhadap dosa yang dilakukan oleh tubuh. Pada kondisi tersebut syaithan sebagai pengganti nurani untuk mengendalikan pikiran, perasaan dan bathin manusia. Maka untuk itulah Allah menurunkan jalan yang paling mudah untuk mengembalikan kesadaran jiwa kembali kepada fitrah. Shalat adalah bagian dari konsep ‘meditasi’ yang mengembalikan manusia sesuai dengan fitrah-Nya.

Setiap saat ketika berdiri solat wajah menghadap ka’bah. tempat yang telah menjadi satu ketetapan pencipta alam semesta. Kata ka’bah sendiri diambil dari ka’aba yang antara lain artinya menonjol. gadis yang baru tumbuh dan menonjol dadanya dinamai ka’ib. Bangunan yang ditinggikan dasar-dasarnya oleh Nabi Ibrahim dinamai ka’bah karena ketinggiannya menjadi menonjol dari bangunan lain. Ketinggian ini juga bisa berarti non fisik. Dimana ka’bah sebagai sesuatu yang tinggi di mata bangsa Arab saat itu dan di mata Allah serta kaum muslimin hingga saat ini. karena itu ia dinamai Bait Al haram, Rumah yang amat terhormat.

Dinamakan bait yang berarti rumah menjadi sebuah pesan mendalam. seperti hal nya fungsi rumah sebagai tempat beristirahat setelah pulang dari kesibukan serta berbagai tempat melepaskan kegelisahan, maka begitu pula dengan ka’bah.  Agar manusia kembali ke sana sebagai tempat melepas kegelisahan dari berbagai masalah dunia. sedangkan Al-Haram sendiri pada mulanya bermakna yang dilarang. sesuatu yang terhormat seringkali melahirkan sekian banyak larangan. Seperti halnya menemui seseorang terhormat akan banyak dijumpai hal-hal yang tidak dapat dilakukan seperti bertemu orang kebanyakan. 

Dalam teori ilmu pengetahuan modern menyatakan bahwa segala sesuatu di alam raya ini tak lebih dari ‘permainan’ energi vibrasi yang berlangsung secara terus menerus. Vibrasi sendiri bisa dipahami sebagai berputarnya sebuah zat/benda. Benda yang berputar tentu menghasilkan medan magnet. Dan itulah yang terjadi pada alam semesta. Bumi berputar pada porosnya. Bulan,matahari, venus, mars, bahkan hingga elektron yang terkecil sekalipun semua berputar. Medan magnet yang dihasilkan sebagai bentuk kesetimbangan agar semua tetap pada lintasannya sesuai hukum yang telah ditetapkan SANG PENCIPTA.

Putaran semesta menjadi sebuah bentuk harmoni ketaatan yang ALLAH simpelkan pada miniatur prosesi thawaf di seputar ka’bah. Itulah sebabnya ada yang mengatakan bahwa ka’bah diibaratkan sebagai porosnya semesta. Kalimat talbiyah labbaik allahumma Labbaik, (Aku memenuhi panggilan-Mu ya Allah!) sebuah isyarat pengakuan untuk tunduk terhadap hukum semesta yang telah digariskan. Ya, Rabb..! kenapa lidah ini terkadang kelu dan malas untuk bertasbih pada-Mu. Padahal semua amat nyata senantiasa bertasbih padamu. Subhanallah, walhamdulillah, walaa ilaaha Illallah Wallahu akbar. Maha suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar…

howgh!

Ruwais, 9 Dzulhijjah 1427H

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here