Categorized | Surat

RUWAIS, PERPUSTAKAAN & TV INDONESIA

Posted on 12 December 2006 by goblog'er

RUWAIS, PERPUSTAKAAN & TV INDONESIA

Lawang Bagja; likeblueocean

lelaki yang menapakan jejak kakinya di gurun pasir

Ruwais adalah kota kecil mandiri yang asri. Jaraknya 250 km dari Abu Dhabi. Cukup ditempuh dengan 2 sampai 2,5 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat. kota kecil ini didirikan di atas gurun namun subhanallah, jika anda mengunjungi kota ini akan takjub. Mulai dari gerbang depan dan sekeliling komplek yang di pagar dan jaga ketat ini pohon-pohon hijau tumbuh subur diatas tanah gurun ini. Sesaat ketika saya sendiri pertama berkunjung juga takjub. dengan iklim 6 bulan musim panas dan 6 bulan musim dingin bergantian bunga-bunga begitu indah dipandang. Pernah saya berdiri disebuah ketinggian dengan tanki besar suplai air. melihat hamparan Ruwais city. hmm…memang indah!

Sebagai kota mandiri, Ruwais dilengkapi dengan berbagai macam fasiitas. Di pusat kota Ruwais berjejer pasar, bank, kantor telekomunikasi, pusat rekreasi/ recreation center, serta masjid. beberapa masjid dengan arsitektur yang indah ikut menambah kenyamanan tinggal di kota ini. selain itu beberapa supermarket terletak di timur dan barat kota ini. Lengkap dengan tukang cukur, restoran, dan toko-toko yang menjual pernak-pernik lainnya. Pemukiman di kota Ruwais terdiri dari dua. pemukiman lama dan baru. Pemukiman lama layaknya seperti perumahan di Indonesia. Sedangkan pemukiman baru seperti apartemen. Pemukiman baru dihuni oleh semua karyawan yang perusahaannya berada di bawah ADNOC. Sarana lainnya seperti taman serta lapangan sepak bola juga terawat baik di kota ini.

PERPUSTAKAAN

Gedung recreation center adalah sarana yang disediakan untuk penghuni kota ini. di dalamnya terdapat berbagai macam fasilitas olah raga, bioskop, restoran, dan perpustakaan. Saya beberapa kali mengunjungi perpustakaan di RC ini yang letaknya berdampingan dengan biskop. Seperti umumnya perpustakaan yang sepi dan lenggang. Para pengunjung lebih asyik menikmati hiburan fisik daripada hiburan ‘rohani’.

Perpustakaannya cukup besar. Buku-buku yang tersedia dengan variasi yang cukup banyak. Hanya buku yang berbahasa Arab dan Inggris yang tersedia di perpustakaan ini. Eksiklopedia dari beberapa penerbit juga tersedia sebagai pilihan. Minat membaca memang masih perlu digalakan di kalangan muslim. Entah kenapa sepertinya kita melupakan kejayaan Islam dan sumbangsihnya terhadap ilmu pengetahuan. dan membaca adalah kunci dari semuanya.

TV INDONESIA

Televisi memang hiburan yang mengglobal. kotak ajaib ini seperti denyut kehidupan manusia dimuka bumi. Di Ruwais sendiri terdapat banyak channel internasional yang bisa ditangkap oleh layar tivi. mulai dari Al-Jazirah samapai MBC dapat dinikmati juga tdak ketinggalan televisi India, sudan, Pakistan, dll.  tinggal di negeri orang tanpa acara tivi cap indonesia terasa janggal. Entah mengapa sepertinya ada setitik kerinduan mendengar berita yang disajikan dalam bahasa Indonesia.

Kita semua tahu tivi dengan aneka ragam acara seperti di Indonesia banyak menyajikan acara-acara yang masih jauh dari harapan. Namun tidk bisa dipungkiri ia pun menjadi filter dari serangan budaya luar. Beberapa teman yang sudah lama merantau di luar negeri memang mengeluhkan jika anak-anak mereka kurang baik dalam kemampuan berbicara bahasa Indonesia. Sebagian merasa nilai akar budaya mereka terserabut karena begitu lama merantau. Itulah sebabnya mereka mengharapkan TV Indonesia bisa dihadirkan dalam chanel TV Ruwais.

Malam Jum’at, di kediaman pak Heri salah seorang warga Indonesia yang sudah tinggal 6 tahun di Ruwais rapat untuk mengadakan TV Indonesia digelar. Memang pro dan kontra untuk keberadaan TV Indonesia sendiri tidak bisa dihindarkan namun hasil dari pertemuan tetap memutuskan TV Indonesia akan segera diusahakan untuk hadir di tengah-tengah warga Ruwais. Namun kepedulian untuk menyaring beberapa acara yang dinilai tidak layak akan dilakukan di stasiun rely di Ruwais. Semoga kehadiran TV Indonesia bisa menambah kebaikan serta media pelepas rindu kepada tanah Air. yah begitulah, Seburuk apapun negeri sendiri akan selalu dirindu.

Leave a Reply

Advertise Here
Advertise Here