Zone 13 dan Mall
oleh lawang Bagja;
Melintasi kawasan 13 th street memang di waktu senja memang indah. Gedung-gedung tinggi menjulang terlihat rapih dan tertata. Sebagian adalah hotel dengan fasilitas kolam renang dan dan area hiburan dilantai paling atas sebagian lagi apartemen dengan toko atau supermarket di lantai satu dan duanya. Zone 13 ini memang terletak di Zayed street. Mungkin Gatot Subroto kalau di Jakarta. sedangkan Zayed sendiri diambil dari nama pemimpin negara bagian Abu Dhabi. Konon, beliau orang yang dicintai rakyat dan disegani pemimpin di kawasan arab. semua karena keberhasilannya menjadikan negara UAE sebagai negara baru dengan tingkat kesejahteraan yang cukup merata.
Zone 13
Ada yang menjadikan zone 13 ini begitu unik. Wajah-wajah India dan pakistan akan selalu kita jumpai. Toko-toko yang menyebar di setiap gedung lantai satu berorama pernak-pernik khas India dan Pakistan. Banyak berjejer toko yang menawarkan pakaian sari untuk wanita India. Bagi yang suka nonoton film india pasti akan langsung mengenalnya. Ada Sari Fall (pakaian sari dengan kain jatuh), ada Silk Sari, dan masih banyak lagi. Gang-gang kecil yang memisahkan antara gedung satu dan lainnya diisi oleh kaki lima. bedanya dengan kaki lima di Indonesia, kakilima di sini begitu rapih dan tetap tidak menghalangi jalan. jadi Gedung yang tinggi menjulang juga menyediakan space kaki lima di samping-sampingnya. Lain dengan kaki lima di Royal. orang Cina pun kalah akrena kaki lima selalu berada ‘di depan’.
Kawasan ini sering saya lintasi untuk keperluan solat ke masjid yang kebetulan percis terletak di tengah-tengah kawasan ini. Jika dilihat dari atas, kawasan ini seperti sebuah blok area dengan bentuk persegi empat. Di atas tanah segi empat itu banyak berdiri gedung-gedung tinggi menjulang dengan jarak masing-masing gedung yang teratur. ada area parkir dan tempat nongkrong supir taksi. para supir taksi yang umumnya orang Pakistan sering nongkrong di kawasan ini. terutama di area sekitar masjid. makanya kalau kita ikut solat berjamaah akan didominasi oleh warga pakistan dan India muslim. Jika malam di kawasan ini banyak pria yang berdiri di pinggir trotoar menjual kacang sangrai. Harganya berkisar satu sampai dua dirham. semangat kerja manusia yang ada disini memang luar biasa. Tidak ada peminta-minta yang berdiri di lampu merah atau duduk-duduk di trotoar.
Mall
Saya mencoba menelusuri beberapa tempat. Mumpung masih di abu Dhabi karena besok saya pergi ke Ruwais city. beberapa tempat yang saya cari seperti cafe net atau warnet, Mall, gedung kebudayaan, dll. Yang menarik di warnet adalah ketika semua pengguna warnet memanfaatkan fasilitas Yahoo messenger untuk ngobrol dan tatap muka dengan web cam. Rupanya masih banyak juga nasibnya seperti saya yang sedang jauh dari anak dan isteri di rumah. Adanya teknologi memang benar-benar membantu mengurangi beban rindu untuk melihat wajah-wajah jernih keluarga kita. ketika saya sedang chatting with voice dengan isteri dan keluarga disamping saya seorang tua yang berbicara pula dengan isterinya.
soal Mall memang bisa membuat kita betah ber jam-jam. Sekalipun hanya untuk berkeliling dan lihat-lihat. Di sini tidak ada barang bajakan semua original. Namun memang harganya bo! lumayan agak mahal. gaya hidup masyarakat di sini juga tidak jauh beda dengan Indonesia. suka nge ceng juga di mall. untuk ABG cewek biasanya terlihat bergerombol. memakai abaya hitam dengan parfum, hhmmmm…haruum. Sedangkan ABG cowoknya jarang terlihat bergerombol. Sekalipun di mall namun tidak bisa bebas atau seenaknya. di sini memang diwanti-wanti untuk tidak berbuat kurang ajar. bisa-bisa nginap di prodeo nantinya. So, kita bisa menikmati cuci mata saja. Di mall biasanya saya cari toko CD dan Kaset. Kebetulan ada Virgin. Toko yang jual CD dan kaset lengkap. dari Arabic sampai Barat. Penjaganya wanita Libanon yang amboy, cuantik nian. Saya sempat membeli CD dari koleksinya Elissa. Seorang penyanyi wanita Libanon yang mendapat grammy award dari albumnya berjudul ‘Bastannak “. Penjaga wanita tersenyum manis dan berkata ” are you fans of elissa?”, saya jawab, “I am her boyfriend before she married”. hehehe, sekalilagi ia cuma tersenyum mendengar joke saya.


